Teknik Dasar Fotografi Pemula Untuk Menjadi Fotografer Handal

02.38 Add Comment

Teknik Dasar Fotografer Pemula Untuk Menjadi Fotografer Handal

Setelah mengetahui tentang dunia pemotretan atau fotografi alangkah baiknnya jika anda juga mengetahui dan mahir dalam pengambilan foto saat menggunakan kamera. Untuk menjadi fotografer handal saya akan membocorkan teknik dasar fotografer pemula untuk menjadi fotografer handal:

1. High Speed Photography
Teknik pengambilan gambar atau objek dengan menggunakan teknik ini adalah mengambil gambar dengan menekankan kecepatan objek tersebut sebagai unsure utamanya. Contoh, seperti balon air pecah, saat tetesan air memantul ketika jatuh ke atas permukaan air, kaca pecah, dan lain sebagainya yang menekankan pada kecepatan pengambilan gambar. Foto yang di hasilkan oleh teknik High Speed Photography ini memerlukan waktu yang sangat singkat dan tingkat kejelian yang tinggi dalam memotretnya. Sehingga dalam pengambilan objeknya dibutuhkan alat bantuan seperti pelatuk suara pada kamera, sehingga kamera dengan sigap langsung mengambil gambar.

2. Tilt-Shift Photography
Pada dasarnya tilt-shift yaitu pergerakan dan rotasi lensa kamera terhadap gambar. Teknik dasar fotografi ini membutuhkan gerakan khusus dan kamera yang berukuran sedang serta membutuhkan lensa khusus. Meskipun membutuhkan lensa khusus teknik ini dapat menghasilkan gambar blur dengan halus. Teknik ini biasanya digunakan dengan keadaan model yang ingin background terlihat jauh dengan blurnya.

3. Black and White Photography
Teknik black and white ini dapat menghasilkan foto yang warnanya hitam dan putih. Untuk pengambilan gambar hitam putih dapat dilakukan dengan mudah dengan mengubah settingan menjadi monokrom satu warna yaitu hitam atau putih. Sepertinya itu sangat terdengar mudah, tapi ada beberapa hal yang harus di perhaikan dalam pemgambilan foto hitam putih yaitu pencahayaan dan komposisi dari foto, pencahayaan menjadi factor utama karena cahaya sangat bermanfaat untuk menangkap bayangan dari benda. Komposisi juga menjadi factor utama karena keselarasan warna hitam putih dapat menghasilkan foto monokrom menjadi lebih baik.

4. Motion Blur Photography
Teknik ini memiliki ciri yang sama dengan teknik dasar fotografi High Speed, hanya saja memiliki teknik blur photography lebih mudah dari high speed. Untuk pengambilan gambar dengan teknik blur photography juga dapat dilakukan dengan menggunakan kamera slow shutter speed sedangkan high speed harus dengan kamera high speed.

5. Infrared Photography
Pada dasarnya fotografi adalah pengambilan gambar dengan menggunakab cahaya infrared, tapi dalam pengambilan gambar tidak semua cahaya aalah cahaya infrared. Penggunaan cahaya infrared dapat di atur dalam settingan kamera anda masing-masing.

6. Night photography
Dalam pengambilan foto di malam hari ternyata memiliki teknik tersendiri yaitu dengan mengandalkan pencahayaan dan timing dalam melakukan pemotretan. Untuk pembuatan cahaya dapat di buat sendiri dengan menggunakan lampu, karena pada malam hari tidak ada matahari yang memberikan cahaya yang lebih bagus dari malam ahari. Pengambilan foto pada malam hari ini sangat ditentukan oleh apetur yang di sesuaikan dengan timing pada foto.

7. Smoke Art Photography
Teknik dasar smoke art photography yaitu pengambilan foto asap. Mengapa asap? Karena asap memiliki lekukan yang bervariasi sesuai dengan udara yang ada di ruangan. Warna asap dalam foto juga dapat di ubah dengan software editorial sehingga foto menjadi bervariasi. 8. Macro photography Macro photography adalah teknik yang dilakukan secara dekat kepada benda yang lebih kecil, untuk menggunakan teknik ini anda haus menggunakan lensa makro dan kamera yang mendukung foto makro. Tapi sebenarnya dapat dilakukan dengan menggunakan lensa normal tapi hasilnya tidak akan sebagus memakia lensa makro.

Macam macam lensa, klik disini
Penasaran? Untuk teknik berikutnya! Baca artikel selanjutnya….

Fotografer Pemula Tapi Handal? Ini Rahasianya

00.24 Add Comment


Fotografi berasal dari bahasa inggris (photography) dan berasal dari bahasa Yunani (photos) yang artinya cahaya, serta (grafo) yang artinya melukis atau menulis. Jadi, fotografi adalah proses pengambilan objek dengan menggunakan media cahaya.

Di zaman sekarang ini dunia fotografi sangat di sukai, terutama di kalangan remaja yang memiliki hobi jalan-jalan ataupun yang hobi dengan berfoto. Menjadi seorang fotografer terntaya tidak harus mengikuti kursus setahun dua tahun atau bertahun-tahun untuk menjadi fotografer handal. Berikut ini saya akan memberikan tips menjadi fotografer pemula tapi handal.

1. LENSA

Yang harus anda perhatikan terhadap kamera anda adalah semakin besar angka mm dari sebuah lensa, maka semakin sempit sudut pandang lensa tersebut. Sebaliknnya, jika semakin kecil angka mm lensa, maka semakin luas dan lebar sudut pandang lensa kamera tersebut.

2. DIAFRAGMA

Diafragma? Apa sih diafragma? Tentunya ini terdengar asing bagi anda sebagai pemula fotografi. Diafragma ini memiliki fungsi sebagai penentu banyak sedikitnya sinar yang masuk melalui lensa. Semakin kecil angka diafragma, maka semakin banyak sinar yang masuk, diafragma ini kerap kali juga menentukan kualitas lensa pada kamera anda. Karena semakin kecil angka diafragmanya berarti makin tinggi kualitas lensa pada kamera anda. Diafragma ini biasanya disingkat dengan huruf f dan biasa disebut Aperture ataupun bukaan.

3. PANJANG LENSA

Panjang nya lensa ini sering disebut dengan Focal Length yang biasanya memiliki satuan mm, panjangnya lensa juga sangat mempengaruhi jarak pemotret, sudut pandang, pembesaran, serta fasilitas bukaan diafragma. Berikut adalah macam-macam lensa khusus:
a.) Lensa makro, yang biasa disebut Macro Lens
b.) Penambahan panjang lensa yang disebut Tele Converter atau Extender
c.) Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
d.) Lensa lunak atau bias di sebut Soft Focus Lens

4. SIFAT FILM

Kepekaan film sangat menentukan kualitas gambar terhadap sinar yang biasa di sebut ISO atau ASA atau DIN. oleh sebab itu anda harus jeli dalam proses pengambilan gambar, terutama dalam pengaturan ISO. Dalam pengaturan ISO anda juga harus memperhatikan lingkungan sekitar anda, apakah gelap, terang, sangat terang, atau sangat gelap. ISO yang rendah akan menghasilkan detail gambar yang lebih tajam atau memberikan efek lebih halus.